Monday, May 21, 2012

PT Pertamina (Persero) menurunkan harga pertamax


petamax,manfaat pertamax,bahan bakar pertamax,pertamax gan,pertamax campur premium,pertamax kaskus,harga pertamax,pertamax plus,undian pertamax
PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga pertamax di sebagian wilayah di Indonesia, terutama di luar Jawa, terhitung  15 Juni 2011. Penurunan harga bahan bakar minyak nonsubsidi itu rata-rata Rp 250 per liter. Ini berarti sudah tiga kali perseroan itu menurunkan harga dalam dua pekan terakhir ini.

Menurut Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero) Mochamad Harun dalam siaran pers di Jakarta, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina yang terdiri dari pertamax atau bio pertamax, pertamax plus, dan pertamina dex di sebagian wilayah Indonesia kembali mengalami penurunan harga. Adapun untuk wilayah UPMS III dan Jabodetabek tidak berubah.

Rinciannya, harga pertamax di Balikpapan dari Rp 9.200 turun jadi Rp 8.950 per liter, di Samarinda harganya turun dari Rp 9.300 jadi Rp 9.050 per liter, di Bontang harganya turun dari Rp 9.400 menjadi Rp 9.150 per liter. Di wilayah Sulawesi, harga pertamax juga turun, di antaranya harga di Palu turun dari Rp 9.450 menjadi 9.050 per liter dan harga di Gorontalo yang semula Rp 10.000 menjadi Rp 9.750 per liter.

Sementara itu, harga pertamax di Sumatera Barat anjlok dari Rp 9.800 menjadi
Rp 9.550 per liter, sedangkan harga bahan bakar nonsubsidi itu di Bangka turun dari Rp 9.500 menjadi Rp 9.250 per liter. Adapun harga pertamax di Bali turun dari
Rp 9.250 menjadi Rp 9.000 per liter, sedangkan harga bahan bakar nonsubsidi di Nusa Tenggara Barat yang semula Rp 9.500 turun menjadi 9.250 per liter.

Namun, untuk Jakarta dan sekitaranya, harga pertamax tetap di harga yang lama, yakni untuk Jakarta Rp 8.400 per liter, sementara untuk Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok Rp 8.450 per liter.

Harun sebelumnya menjelaskan, penurunan harga pertamax ini mengikuti perkembangan harga Mids Platts Singapore (MOPS). "Jadi, rata-rata harga produksi gasoline angka oktan atau RON 92-85 dalam beberapa minggu terakhir mengalami penurunan. Karena pertamax mengikuti harga pasar, penurunan itu juga berpengaruh pada harga jual pertamax," ujarnya.

Penurunan harga ini diharapkan dapat mendorong konsumen agar kembali membeli pertamax. Saat ini, manajemen PT Pertamina sedang mengkaji ulang mekanisme kebijakan harga pertamax mengingat tingginya harga BBM nonsubsidi itu. " Jadi, periode evaluasi harga tidak lagi dua minggu, bisa lebih cepat, agar makin mendekati perkembangan harga di pasaran," kata Harun. Sumber

No comments:

Post a Comment